Senin, 05 Oktober 2020

 

TUGAS II : PROJECT INITIATING

MANAJEMEN PROYEK & STRATEGI KEPEMIMPINAN

 

 

 

                                                         Oleh:

                                            Kelompok VI

      Azra Ariel Azmir                                                         (1805541088)

      I Putu Firgiawan Prasetya                                            (1805541089)

      I Gede Agus Aditya Putra                                            (1805541091)

      I Gusti Agung Bagus Bima Diyantha Sastra                (1805541094)

 

TEKNIK ELEKTRO

UNIVERSITAS UDAYANA

2020

1.      Pendahuluan: Latar belakang masalah, tujuan, kendala.

Sejak bulan Maret 2020 para siswa, orangtua, dan guru di Indonesia harus menghadapi penutupan sekolah yang berdampak kepada 62,5 juta siswa, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Dunia pendidikan mengalami perubahan sejak adanya pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka antara guru dan murid diganti dengan pembelajaran secara daring. Implementasi pembelajaran  jarak jauh  antara  guru dan siswa dengan memanfaatkan jaringan internet terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi tenaga pengajar dan peserta didik yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.

Kemendikbud telah menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi pendidikan dalam menyediakan akses gratis pada platform pembelajaran online, dan dengan operator telekomunikasi untuk memberikan kuota internet gratis yang dapat digunakan oleh para guru dan siswa. Kemendikbud juga bergerak cepat meluncurkan program televisi pendidikan – Belajar dari Rumah – pada tanggal 13 April, yang telah menjadi sumber pembelajaran utama bagi siswa yang tidak memiliki akses ke internet (diperkirakan 95 persen memiliki akses ke televisi). Pemerintah juga menyediakan buku maupun lembar kerja elektronik bagi sekolah-sekolah, dan telah mengizinkan digunakannya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mencetak dan mendistribusikannya. Pada tanggal 7 Agustus, Kemendikbud juga mengumumkan pilihan yang dapat diambil oleh sekolah-sekolah untuk menggunakan kurikulum darurat yang disederhanakan.

Salah satu tantangan belajar dari rumah datang dari pelaksanaan pembelajaran jarak jauh secara daring yang memerlukan jaringan internet. Sering menjadi kendala, siswa kesulitan akses internet karena keterbatasan jaringan atau biaya untuk membeli kuota data. Di daerah-daerah terluar dari pusat kekuasaan, bahkan sekalipun di dekat pusat wisata terkenal di Indonesia seperti contohnya Bali,  masih banyak murid yang berada di pelosok desa yang susah mendapatkan sinyal internet dari berbagai provider harus mencari cara yang tak masuk akal demi mendapatkan sinyal internet.

Dengan adanya permasalahan seperti ini, ini pun bisa dijadikan peluang untuk membangun suatu proyek bekerjasama dengan perusahaan penyedia layanan Wi-Fi yaitu dengan memasang Wi-Fi di masing-masing banjar yang wilayahnya masih memiliki kesulitan dalam mengakses internet. Ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan khususnya para pelajar dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Adapun tujuan dari peluang proyek ini antara lain:

1.       Ikut serta dalam membangun dan mengembangkan wilayah tersebut dengan cara memberikan akses internet yang mudah kepada warga masyarakat sekitar.

2.       Sebagai media promosi dari provider kepada masyarakat

3.       Meningkatkan pengetahuan masyarakat akan manfaat sebuah layanan internet.

Kendala yang mungkin kedepannya akan kami hadapi dalam melaksanakan proyek ini adalah sulitnya menentukan lokasi yang tepat dalam penempatan transmitter wifi dan perhitungan kebutuhan bandwidth minimal yang diperlukan untuk menghubungkan internet dari base tranciever station ke transmitter yang berada di desa.

2.         Daftar solusi alternatif yang tersedia

            Dalam proyek yang kami rencanakan ini, terdapat beberapa solusi alternative yang akan kami tawarkan yaitu :

a.    Pemasangan WiFi di Banjar

Disini kami akan melakukan pemasangan WiFi yang akan ditempatkan pada banjar. Nantinya masyarakat bisa menggunakan koneksi WiFi yang tersedia untuk mengakses hal yang bermanfaat, khususnya lagi untuk kegiatan belajar mengajar yang pada saat ini dilakukan secara daring, masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan yang ada, sehingga hal ini tentu akan membantu masyarakat yang memiliki masalah pada koneksi internetnya, dan proyek ini bertujuan untuk membantu masyarakat sekitar.

b. Pemasangan WiFi di Banjar disalurkan menggunakan Repeater ke rumah warga

            Disini kami juga akan melakukan pemasangan sesuai dengan poin a, tetapi terdapat hal yang berbeda yaitu kami akan menyalurkan koneksi yang tersedia dibanjar untuk dapat digunakan langsung pada rumah masing-masing warga, dengan cara menggunakan repeater yang akan dipasang pada rumah warga dengan teknisnya setiap 100 meter akan terdapat repeater untuk memperkuat koneksi WiFi.

3.         Penjelasan tentang solusi yang disukai

            Solusi yang kami sukai adalah, Pemasangan Wifi di Banjar kemudian disalurkan menggunakan repeater, dengan memilih solusi ini  masyarakat bisa mengakses koneksi WiFi dari rumah, dan tentunya tanpa membuat kerumunan, tentunya hal ini sangat baik dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi saat ini, serta jika memilih solusi ini masyarakat bisa menggunakan WiFi dirumah kapanpun, seperti jika ada kegiatan belajar yang dilakukan secara mendadak, masyarakat tidak perlu pergi ke Banjar secara terburu-buru, melainkan langsung bisa mengakses koneksi WiFi dari rumah masing-masing.

4.         Keperluan utama dari proyek

            Keperluan utama proyek bertujuan untuk menyalurkan koneksi yang tersedia dibanjar untuk dapat digunakan langsung pada rumah masing-masing warga, diharapkan dapat membantu anak-anak dalam memaksimalkan kegiatan belajar yang dilakukan secara online, hal ini dilakukan agar tidak ada siswa yang mengalami kendala dalam sekolah online dan dalam pengerjaan tugas hanya karena tidak memiliki koneksi dalam proses belajar mengajar.