TUGAS
II : PROJECT INITIATING
MANAJEMEN PROYEK & STRATEGI
KEPEMIMPINAN
Kelompok VI
Azra Ariel Azmir (1805541088)
I Putu Firgiawan
Prasetya (1805541089)
I Gede Agus Aditya
Putra (1805541091)
I Gusti Agung Bagus
Bima Diyantha Sastra (1805541094)
TEKNIK
ELEKTRO
UNIVERSITAS UDAYANA
2020
1. Pendahuluan: Latar belakang masalah, tujuan, kendala.
Sejak
bulan Maret 2020 para siswa, orangtua, dan guru di Indonesia harus menghadapi
penutupan sekolah yang berdampak kepada 62,5 juta siswa, mulai dari tingkat
sekolah dasar hingga pendidikan tinggi. Dunia pendidikan mengalami perubahan
sejak adanya pandemi Covid-19. Pembelajaran tatap muka antara guru dan murid
diganti dengan pembelajaran secara daring. Implementasi pembelajaran jarak
jauh antara guru dan siswa dengan memanfaatkan jaringan internet
terkadang memunculkan masalah tersendiri bagi tenaga pengajar dan peserta didik
yang tinggal di wilayah dengan keterbatasan jaringan internet.
Kemendikbud
telah menjalin kemitraan dengan perusahaan teknologi pendidikan dalam
menyediakan akses gratis pada
platform pembelajaran online, dan dengan operator
telekomunikasi untuk memberikan kuota internet gratis yang
dapat digunakan oleh para guru dan siswa. Kemendikbud juga bergerak cepat
meluncurkan program televisi pendidikan – Belajar dari Rumah –
pada tanggal 13 April, yang telah menjadi sumber pembelajaran utama bagi siswa
yang tidak memiliki akses ke internet (diperkirakan 95 persen memiliki
akses ke televisi). Pemerintah juga menyediakan buku
maupun lembar kerja elektronik bagi sekolah-sekolah, dan telah mengizinkan
digunakannya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mencetak dan
mendistribusikannya. Pada tanggal 7 Agustus, Kemendikbud juga mengumumkan
pilihan yang dapat diambil oleh sekolah-sekolah untuk menggunakan kurikulum darurat
yang disederhanakan.
Salah
satu tantangan belajar dari rumah datang dari pelaksanaan pembelajaran jarak
jauh secara daring yang memerlukan jaringan internet. Sering menjadi kendala,
siswa kesulitan akses internet karena keterbatasan jaringan atau biaya untuk
membeli kuota data. Di daerah-daerah terluar dari pusat kekuasaan, bahkan
sekalipun di dekat pusat wisata terkenal di Indonesia seperti contohnya
Bali, masih banyak murid yang berada di
pelosok desa yang susah mendapatkan sinyal internet dari berbagai provider
harus mencari cara yang tak masuk akal demi mendapatkan sinyal internet.
Dengan
adanya permasalahan seperti ini, ini pun bisa dijadikan peluang untuk membangun
suatu proyek bekerjasama dengan perusahaan penyedia layanan Wi-Fi yaitu dengan
memasang Wi-Fi di masing-masing banjar yang wilayahnya masih memiliki kesulitan
dalam mengakses internet. Ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan
khususnya para pelajar dalam melaksanakan pembelajaran jarak jauh. Adapun
tujuan dari peluang proyek ini antara lain:
1. Ikut serta dalam
membangun dan mengembangkan wilayah tersebut dengan cara memberikan akses
internet yang mudah kepada warga masyarakat sekitar.
2. Sebagai media
promosi dari provider kepada masyarakat
3. Meningkatkan
pengetahuan masyarakat akan manfaat sebuah layanan internet.
Kendala yang mungkin kedepannya akan kami hadapi dalam melaksanakan proyek ini adalah sulitnya menentukan lokasi yang tepat dalam penempatan transmitter wifi dan perhitungan kebutuhan bandwidth minimal yang diperlukan untuk menghubungkan internet dari base tranciever station ke transmitter yang berada di desa.
2. Daftar
solusi alternatif yang tersedia
Dalam proyek yang kami rencanakan ini, terdapat beberapa
solusi alternative yang akan kami tawarkan yaitu :
a. Pemasangan
WiFi di Banjar
Disini
kami akan melakukan pemasangan WiFi yang akan ditempatkan pada banjar. Nantinya
masyarakat bisa menggunakan koneksi WiFi yang tersedia untuk mengakses hal yang
bermanfaat, khususnya lagi untuk kegiatan belajar mengajar yang pada saat ini
dilakukan secara daring, masyarakat juga harus mematuhi protokol kesehatan yang
ada, sehingga hal ini tentu akan membantu masyarakat yang memiliki masalah pada
koneksi internetnya, dan proyek ini bertujuan untuk membantu masyarakat
sekitar.
b. Pemasangan WiFi di
Banjar disalurkan menggunakan Repeater ke rumah warga
Disini kami juga akan melakukan pemasangan sesuai dengan poin a, tetapi terdapat hal yang berbeda yaitu kami akan menyalurkan koneksi yang tersedia dibanjar untuk dapat digunakan langsung pada rumah masing-masing warga, dengan cara menggunakan repeater yang akan dipasang pada rumah warga dengan teknisnya setiap 100 meter akan terdapat repeater untuk memperkuat koneksi WiFi.
3. Penjelasan tentang solusi yang disukai
Solusi yang kami sukai adalah, Pemasangan Wifi di Banjar kemudian disalurkan menggunakan repeater, dengan memilih solusi ini masyarakat bisa mengakses koneksi WiFi dari rumah, dan tentunya tanpa membuat kerumunan, tentunya hal ini sangat baik dengan kondisi pandemi yang sedang terjadi saat ini, serta jika memilih solusi ini masyarakat bisa menggunakan WiFi dirumah kapanpun, seperti jika ada kegiatan belajar yang dilakukan secara mendadak, masyarakat tidak perlu pergi ke Banjar secara terburu-buru, melainkan langsung bisa mengakses koneksi WiFi dari rumah masing-masing.
4. Keperluan utama dari proyek
Keperluan utama proyek bertujuan untuk menyalurkan
koneksi yang tersedia dibanjar untuk dapat digunakan langsung pada rumah
masing-masing warga, diharapkan dapat membantu anak-anak dalam memaksimalkan
kegiatan belajar yang dilakukan secara online, hal ini dilakukan agar tidak ada
siswa yang mengalami kendala dalam sekolah online dan dalam pengerjaan tugas
hanya karena tidak memiliki koneksi dalam proses belajar mengajar.